You are hereOPINI/OPINION / Opini: Membaca Arah !
Opini: Membaca Arah !
Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa dunia olah raga berkuda baik Pacuan Kuda, Equestrian maupun Polo telah hidup di negeri ini dalam beberapa tahun teraklhir. Khusus di dunia Pacuan Kuda kondisi peningkatan ini dapat dilihat sejak tahun 2000 an silam. hal ini ditandai dengan banyaknya event pacuan kuda seantero nusantara. Baik pacuan tradisional, pacuan Pordasi Daerah maupun Pacuan Pordasi Nasional. Agenda pacuan kuda resmi Pordasi juga memperlihatkan trend semakin sibuk. Hampir tiap bulan kita bisa menyaksikan lomba pacuan kuda tingkat nasional. Bahkan saat ini Pordasi Daerah kesulitan mengalokasikan waktu untuk pacuan di daerah mengingat permintaan ijin pacuan daerah semakin banyak dan terpaksa harus menunggu giliran waktu yang kosong. Hal ini terpkasa dilakukan karena kuda-kuda peserta lomba tidak mungkin dilombakan dalam waktu 2 minggu sekali. Apalagi kalau tempatnya berpindah-pindah kuda juga membutuhkan waktu istirahat.
Trend kemajuan dan peningkatan frekuensi pacuan kuda belum diiringi dengan peningkatan kuantitas kuda. Maklum lah karena melakukan selektif breeding kuda-kuda pacu bukanlah hal yang mudah dan murah. Upaya ini membutuhkan biaya tinggi dan ketekunan serta profesionalitas para breeder yang cukup untuk bisa menghasilkan kuda-kuda pacu kualitas baik dan super. Selektif breeding sendiri tidak mungkin menghasilkan jumlah anakan kuda yang berjumlah besar. Namun dengan semakin banyaknya penggemar kuda baru, orang-orang kuda harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan kuda sport itu.
Kemajuan dunia olah raga berkuda saat ini dan waktu mendatang harus selalu dicermati oleh organisasi berkuda PORDASI. Dengan trend akan ada peningkatan jumlah kuda-kuda baru yang siap dilombakan, membutuhkan upaya untuk menjaga agar trend kemajuan ini mendapat tempat yang baik dalam lomba, dengan mendorong peningkatkan kualitas perlombaan pacuan kuda PORDASI. Karena kalau tidak diikuti dengan perbaikan sistem administrasi dan sistem perlombaan yang meliputi peraturan dan perjurian yang transparant, maka kenaikan jumlah penggemar pacuan kuda ini justru akan membuat kebingungan dan frustrasi orang-orang kuda baru yang baru beberapa kali mengikuti perlombaan.
Perbaikan dan konsistensi penegakan aturan lomba harus terus dijaga dan ditingkatkan agar semua peserta lomba betul-betul memahami aturan yang berlaku bagi semua. Sehingga dilapangan tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
SISTEM PERLOMBAAN
Ada dua jenis pacuan yang sering kita lihat sekarang ini yaitu: Sistem Kelas dimana kuda-kuda yang dilombakan dibagi dalam beberapa Kelas berdasarkan Tinggi Punggung Kuda serta Umur, sedangkan beban jockey ditentukan lewat tinggi, Jenis kelamin serta umur kuda . Yang kedua dengan Sistem Handicap dimana kuda-kuda dibagi dalam beberapa Kelas dan Handicap. Handicap diasosiasikan dengan beban Jockey dalam Kg. Sedangkan Kelas ditentukan dari Umur, dan Kelamin. Kuda-kuda pemula akan selalu memulai karirnya di Kelas dan Handicap terendah dan terus meningkat berdasarkan prestasinya dalam lomba yang diikuti. Baca keuntungan dan kerugian Kedua Jenis Pacuan SIstem Kelas dan Pacuan Handicap dibawah.
Dua sistem pembagian ini memiliki keuntungan dan kerugian sendiri antara lain:
Sisitem kelas
1.Perlombaan dengan Sistem Kelas seperti yang ada pada Peraturan Pacuan Kuda Pordasi No: 05A/PP/KP/2003 itu pembagian kelas ditentukan lewat pengukuran punggung kuda dan hasil pengukuran berlaku untuk 1 tahun berikutnya. Kelas-kelas yang ada adalah A, B, C, D, E (lihat peraturan di halaman Pordasi di web site ini). Beban jockey ditentukan berdasarkan ketinggian kuda, umur kuda dan kelamin kuda.
2. Sistem Kelas memungkinkan suatu kuda dengan ketinggian yang pengukurannya berlaku 1 tahun akan mendominasi pacuan kuda sepanjang tahun di kelas yang sama.
3 Sistem kelas tidak memungkinkan peningkatan prestasi karena memang tidak ada peringkatnya.didalam sistem kelas. Karena kuda tidak akan bertambah tinggi secara drastis, kuda tidak akan naik ke kelas diatasnya dan dia berpotensi menjadi dominan di kelas itu untuk jangka waktu 1 tahun. Dan ada kemungkinan berlangsung cukup lama karena kuda-kuda setelah umur 6 tahun tidak akan diukur lagi tingginya. Tinggi kuda sudah dianggap tidak berubah setelah usia 6 tahun.
4. Perlombaan sistem Kelas hanya cocok untuk situasi dimana perlombaan pacuan kuda tidak dilakukan secara rutin hanya beberapa kali saja dalam kurun waktu setahun. Sedangkan untuk perlombaan yang dlaksanakan secara rutin sistem ini justru akan memperlemah dunia pacuan kuda kita karena suatu kuda jawara akan divonis sebagai juara sebelum lomba berlangsung, kuda-kuda baru akan enggan bertanding di kelas itu karena hakul yakin akan kalah.
Sistem Handicap:
1.Sistem handicap akan memacu suatu kuda untuk terus meningkatkan prestasinya dengan terus menjalani peringkat demi peringkat dari yang paling rendah naik ke peringkat tertinggi.
2. Sistem handicap tidak memungkinkan suatu kuda menjadi dominan di setiap lomba karena jika kuda pernah menang pada lomba sebelumnya, maka dia wajib menaikkan handicap dengan menambah beban pada jockey dengan blok besi beberapa kilogram sesuai peraturan yang berlaku. Kalau ternyata kuda menang lagi, maka dia wajib naik satu pringkat pada lomba berikutnya.
3. Sistem Perlombaan handicap akan menuntut sistem administrasi lomba dan database yang lebih baik dibanding sistem kelas untuk menentukan peringkat kuda pacu yang bersangkuitan dalam lomba.
4. Sistem Handicap hanya cocok bila lomba pacuan kuda sudah diadakan secara rutin tiap bulan seperti apa yang kita miliki saat ini.
5. Karena sistem ini maka kuda tidak pernah merasa sebagai kuda jawara sebelum lomba karena dengan beban handicap yang dimiliki kuda belum tentu akan menang pada setiap lomba. Hasilnya perlombaan semakin hidup dan semarak. Demikian pula untuk kuda-kuda baru akan antusias terjun ke lapangan dengan handicap yang paling rendah dulu dan dia belum tentu akan merasa kalah sebelum lomba. Semangat pemilik kuda pun akan tumbuh berkembang terjun ke arena dengan antusias.
6. Perlombaan sistem handicap ini persis seperti pertandingan Golf baik amatir maupun profesional. Dimana pemain pemula bertanding melawan jago-jago golf yang sudah lama. dengan sistem handicap ini bisa dilakukan dan dapat di manage dengan baik.
7. Didalam Peraturan Pacuan Dan Petunjuk Pelaksanaan Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda No: 05 A/PP/KP/2003 telah ditetapkan bahwa kita mengenal Sistem perlombaan Pacuan Kuda Handicap. Dan ini juga sering dipertandingkan dalam event Nasional non Kejurnas. Tinggal bagaimana komunitas kuda pacu mendorongnya untuk bisa lebih baik penerapannya
DISIPLIN OLAH RAGA BERKUDA
Olah raga berkuda ternyata memiliki disiplin yang jauh lebih banyak dari yang kita ketahui sekarang ini. Dunia olah raga berkuda tidak hanya dibatasi oleh: Pacuan Kuda, Tunggang Serasi/ Equestrian serta Polo saja. Namun ada banyak disiplin yang mungkin kedepan akan tumbuh dan hidup dinegri ini. Munculnya banyak kuda yang tersingkir dari arena lomba pacuan, polo maupun equestrian karena sistem perlombaan yang tidak dapat mewadahi kuda tersebut, mereka dapat membuat komunitas tersendiri yang lebih membahagiakan para pemilik kuda. Sepanjang komunitasnya mencukupi saya kira disiplin olah raga berkuda baru itu akan bisa dimunculkan. PORDASI harus mengantisipasi hal ini dan sedapat mungkin harus mewadahi para penggemar kuda baru tersebut untuk diberi ruang hidup. Sebagai contoh:
1. Pacuan Kuda Jarak Pendek (350 M) untuk kuda-kuda sprinter yang sedikit memiliki Stayer. Disiplin ini sudah berkembang di daerah Madura dengan jarak 400 M. membutuhkan kuda-kuda dengan ketinggian 145cm dan otot sprinter.
2. Pacuan Kuda Sandel: Dengan jarangnya event pacuan kuda sandel, komunitas penggemar sandel yang jauh lebih besar dari PONI ini memungkinkan membuat pacuan tersendiri.
3. Equestrian: kelompok ini sudah tumbuh berkembang dan saat ini sedang giat-giatnya menggeber penggemar baru dengan munculnya sekolah-sekolah menunggang kuda di seantero nusantara. Bahkan secara organisasi melepaskan diri dari PORDASI dengan membentuk FEI (Federai Equestrian Indonesia).
4. Barrel Racing: lomba ketangkasan berkuda yang mengkhususkan diri pada kecepatan dan ketangkasan, diadakan dldalam arena yang cukup kecil saja dan diikuti oleh penunggang anak-anak, wanita dan lelaki.
6. Endurance: Lomba menunggang kuda jarak jauh, yang saat ini masih didakan pada-ecvent-event tertentu saja. Penggemarnya di Indonesia sudah cukup banyak. Tinggal eventnya yang perlu digenjot.
7. Memanah Berkuda (Archery Horse Sport), olah raga ini merupakan kombinasi kemahiran menunggang kuda dan memanah, di Indonesia belum ada penggemarnya, namun akan menjadi bagian dari seni menunggang kuda. Karena tidak menentukan jenis breed kuda tertentu, sembarang jenis kuda dan ukuran boleh dipakai, maka kedepan olah raga ini memiliki potensi menjadi olah raga berkuda baru di Indonesia.
8. Harness Racing, pacuan kuda bendi. Sebenarnya disiplin ini sangat dekat dengan pacuan kuda. Fasilitas tracknya sama dengan pacuan kuda. Hanya saja memerlukan bendi tersendiri. Kuda-kudanya juga kuda pacu yang dilatih tersendiri sebagai penarik bendi. Komunitas ini belum ada di Indonesia.
Dengan semakin banyaknya jumlah peternak kuda dan kuda-kuda sport di Indonesia, tidak menutup kemungkinan hobby olah raga berkuda ini akan menjadi semakin ramai dan mendapatkan tempat dihati masyarakat sebagai olah raga dan hiburan. Hanya saja perangkat organisasi dan peraturan perlu disiapkan untuk itu.
Slam
/Bpras/
![]()
Minang Derby 2012 sudah diambang pintu. Download Undangan Resmi disini
Hasil Pacuan Kuda Galuh Cup IX Pantai Indah Legok Jawa, Ciamis 12/12/2011 - 1/1/2012
OLD AND NEW Horse Racing, Bupati Ciamis CUP, Legok Jawa, Pangandaran, 31/12 - 1/1 2011
Hasil Akhir Pacuan Kuda Kejuaraan Daerah "Minahasa Pacu Kuda 2011, 26 November 2011
Come to Our World, World of Horse Racing Sport, HB CUP 3, Bantul 13 November 2011
Hasil Pacuan Kuda HB Cup 3 2011, 13 November 2011
Come to Our World, World of Horse Racing Sport, HB CUP 3, Bantul 13 November 2011
Selamat Atas Terpilihnya H. Eddy Saddak sewbagai Ketua PP. Pordasi 2011-2015
Hasil Akhir Babak Penyisihan Kejurnas Pacuan Kuda Serie 1 - Indonesian Derby 2011. 10 Juli 2011.
Barrier Draw, Kejurnas Pacuan Kuda Serie 1 - Indonesian Derby 2011. Babak Penyisihan 10 Juli 2011. Download
Hasil Akhir Pacuan Kuda Kapolri Cup - Jakarta Derby 2011
Barrier Draw, Kapolri Cup-Jakarta Derby 2011. Download
Woman Rider in Champion's Cup 2'nd Series 2011, Horse Racing, Pulomas 22 2011
Undangan Resmi Piala KAPOLRI 2011-Jakarta Derby 2011, Pulomas 19 Juni 2011
Inilah Hasil Drawing Piala Champion 2011 Serie 2, Pulomas 22 Mei 2011
Piala Champion 2011 Serie 2, Pulomas 22 Mei 2011
Piala Kasad 2011, Tanjung Bastian, Kab. Timor Tengah Utara (TTU), NTT
Pertiwi Cup 2011, Arcamanik Bandung. Download Undangan Pacuan Kuda Disini
Sutan Agogo (BHM-Kalsel) Kembali Berjaya di Derby Champion Cup Seri I Jarak 1200 M
Torona Sakti, Hancurkan Supremasi Blessing BMW di 1600
Kumpulan berita pendek,Feb-2011
Download, Hasil Drawing Minang Derby 2011
Download, Hasil Akhir Payakumbuh Seizoen 2011
Minang Derby 2011, makin dekat
FSI berulang tahun,memasuki usia ke 4, spammer block FSI server a>
Asian Racing Federation, ternyata Indonesia sudah pernah bergabung tahun 1961
|
Saddle Import, buatan Germany, FULL LEATHER, dressage, jumping, KONDISI ISTIMEWA.
|
| Hotels | Restaurants | Sports | Magazines | Art and Cultures | Tourisms | Fashions |
Active forum topics
ORGANISASI KONI
New forum topics
RAMALAN CUACA / WEATHER FORECAST
Pustaka/Refference
|
DISCLAIMER PENCURIAN TULISAN/PLAGIATISME, FSI menentang plagiatism serta berbagai pencurian karya ilmiah dalam bentuk apapun. "Copy and paste" dari tulisan orang lain sangat tidak bermartabat kecuali dengan seijin dan memberi appresiasi kepada pemilik sumber atau penulisnya. Copy dan paste tulisan dari artikel di Forum-Sandalwood Indonesia tidak diperkenankan tanpa seijin tertulis dari FSI. Citasi dari artikel pada Forum Sandalwood Indonesia bisa dilakukan dengan memberi kredit pada penulisnya maupun situs asalnya (http://forum-sandalwood.web.id.). Copyright: Forum Sandalwood Indonesia, Bung Pras FSI |
|
FSI against plagiatism at any reasons and any forms. Copy and Paste from other article is unvaluable attitude except by giving appreciation to the original writter/writters or original sources. Copy and paste from any article in this Forum Sandalwood Indonesia is prohibited without written permission from FSI. Citation can be executed by giving credit to the writter and attaching the source name where you cite (http://forum-sandalwood.web.id.). Copyright: Forum Sandalwood Indonesia. Bung Pras FSI |
