You are hereOPINI/OPINION / Pacuan Kuda Indonesia Sebagai Industri, Mungkinkah ?

Pacuan Kuda Indonesia Sebagai Industri, Mungkinkah ?


By pras - Posted on 03 May 2009

PACUAN KUDA sebagai Industri, MUNGKINKAH?

Olah raga berkuda sudah digemari orang sejak dahulu kala. Di Indonesia olah raga ini sudah ada sejak jaman kolonial Belanda. Bahkan lapangan Monas pun pada jaman kolonial Belanda sempat dipakai sebagai arena pacuan kuda. Olah raga ini sempat populer pada jaman pemerintahan Soeharto tahun 70an yaitu dengan dibangunnya Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas Jakarta serta Gelanggang Pacuan Kuda Arcamanik Bandung. Saat itu barangkali puncak-puncaknya kejayaan olah raga pacuan kuda dinegeri ini .

Setelah sempat mengendur cukup lama setelah 1980 an, Sejak tahun 1990 an, olah raga ini mulai tumbuh menanjak kembali meskipun sebagai olah raga hiburan (entertain) belum berhasil menyedot banyak penggemar kecuali bila diadakan di daerah diluar Jakarta.

Olah raga berkuda khususnya pacuan kuda (horse racing) merupakan olahraga yang lebih mengarah kepada olah raga hiburan (entertaining sport) ketimbang olah raga prestasi. Dimana pada olah raga ini pemilik kuda bukan merupakan atlet berkuda, sedangkan jockey (rider) adalah seorang profesional rider yang hidup dari pekerjaan menunggang kuda saat pacuan. Sebagai olah raga hiburan, sudah semestinya dan seharusnya, menarik ribuan penonton untuk membanjiri gelanggang -gelanggang pacuan saat event ini berlangsung. Inilah yang menjadi pertanyaan banyak penggemar kuda yang harus segera dicari jawabannya.

Pengembangan olah raga berkuda tidak bisa dilepaskan dari peran banyak kelompok. Mereka adalah pertama kelompok yang memproduksi kuda pacu yaitu: petani peternak, kedua kelompok penggemar kuda pacu, dan ketiga kelompok penyelenggara event pacuan kuda.

Peternak kuda pacu atau disebut dengan “breeder” adalah seorang produsen kuda pacu. Seorang breeder yang berpengalaman akan memiliki banyak ide untuk memproduksi kuda pacu yang berkualitas dan merawatnya sampai pada usia 1-2 tahun (yearling) sebelum melepasnya kepada para penggemar kuda pacu.

Penggemar kuda pacu terdiri atas beberapa bagian penting, mereka memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda. Kelompok-kelompok ini bekerja untuk mempersiapkan kuda-kuda pacu usia muda hasil tangkaran para peternak dan mempersiapkannya menjadi seekor kuda pacu professional. Mereka adalah: Pemilik kuda yang sekaligus seorang investor sebagai penyandang dana untuk pembelian kuda pacu, penyediaan kandang, membiayai semua keperluan perawatan, keperluan pacuan dan latihan bagi kuda tersebut. Pelatih kuda adalah seorang pelatih profesional yang hudupnya bergantung pada pekerjaan melatih kuda pacu. Dialah yang bertanggung jawab untuk menyusun program makanan, perawatan, dan latihan bagi kuda. Dalam kerjanya seorang pelatih dibantu oleh beberapa perawat kuda (groom) serta penunggang kuda (riding boy). Dokter hewan spesialis kuda sebagai seorang ahli pengobatan maupun nutrisi yang berfungsi sebagai konsultan ahli nutrisi, kesehatan dan pengobatan kuda. Kemudian yang terakhir adalah seorang Jockey yang bertindak sebagai “profesional rider” saat event pacuan.

Penyelenggara pacuan kuda, adalah kelompok panitia event yang bertugas sebagai penyelenggara event pacuan kuda. Karena sifatnya yang “business oriented”, maka biasanya kepanitian ini juga memiliki bagian-bagian yang berhubuingan dengan pendanaan, sponsorship, ticketing dll. Serta bagian operasional yang berkaitan dengan pacuan kuda.

Sebagai olah raga yang sangat klasik, pacuan kuda selalu dihadiri oleh ribuan penonton. Namun sebesar apa potensi olah raga ini mampu menjadi sebuah industri di Indonesia, masih merupakan tanda tanya. Pacuan kuda di Indonesia sangat berbeda dengan pacuan kuda di negara-negara yang secara tradisional menggemari olah raga berkuda seperti: Inggris, Australia, Amerika dan bahkan di Abu Dhabi serta Canada. Di Amerika menonton pacuan kuda pada acara “Kentucky Derby” sudah menjadi impian banyak orang. Sedangkan di Jakarta, acara paling besar seperti Derby Indonesia hanya ditonton sekitar 1000 orang saja.

Berbeda dengan didaerah. Lihat saja Piala Bupati Sragen tahun 2007 lalu di Gelanggang Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang, Sumber Lawang, Kedung Ombo mampu menarik penonton 25.000 orang dalam sehari. Di Lapangan Adipala Cilacap 10.000 orang dan barangkali juga didaerah lain seperti Sumatra Barat, Manado, Surabaya.

MEMBUAT PACUAN KUDA LEBIH MENARIK

Sudah menjadi impian semua orang yang bergelut dalam hobi olah raga pacuan kuda yaitu bagaimana membuat olah raga ini lebih menarik untuk ditonton, sehingga penontonpun semakin banyak. Tujuan akhir dari acara ini adalah lancarnya event dari awal sampai akhir acara, berhasil mendatangkan penonton dengan jumlah sesuai target dan keuntungan bagi panitia penyelenggara sehingga panitia akan lebih bergairah untuk mengulangi lagi menyelenggarakan event pacuan kuda paling tidak dua kali dalam setahun. Bila panitia untung, hadiah bagi kuda juara akan baik, pemilik kuda happy dan peternakpun akan terus melanjutkan memproduksi kuda-kuda yang lebih baik. Rantai ekonomi dari usaha ini akan menjadi lebih bergairah. Sebaliknya bila panita pacuan kuda merugi, event berikutnya biasanya akan terganjal masalah pendanaan, sponsor dll.

Tujuan orang menonton pacuan kuda memang beragam. Penonton yang fanatik akan datang dari mana saja. Bagi mereka jarak bukan menjadi masalah karena pacuan kuda sudah menjadi tontonan favoritnya. Kelompok ini akan meluangkan waktu khusus untuk menonton pacuan kuda. Mereka rela mengeluarkan banyak uang untuk hotel selama event berlangsung serta biaya-biaya lain seperti transport makan dan minum yang diperlukan. Mereka datang dalam kelompok-kelompok kecil, dengan kendaraan pribadi, dan bahkan dengan membawa bus. Kelompok kedua adalah penonton lokal sekitar lapangan pacuan kuda sebagai tempat event berlangsung. Jumlahnya sangat besar dan mereka bukanlah penonton yang fanatik meskipun ada beberapa yang sudah berubah menjadi fanatik. Penonton jenis ini hanya menonton karena dekatnya lokasi pacuan. Biasanya mereka datang berbondong-bondong dengan membawa anak dan anggota keluarga lainnya.

Sebagian orang beranggapan bahwa pacuan kuda sebagai arena perjudian. Menurut saya hal ini tidak seratus persen benar. Kalau toh ada jumlah mereka hanya sedikit saja. Mereka melakukan taruhan (betting)sesama teman dan bukan perjuadian (gambling). Seorang petaruh profesional tidak perlu menunggu pacuan kuda untuk mencurahkan kegemarannya, balap sepeda dan permainan tennis anak-anak di kampung-kampung pun menjadi obyek taruhan mereka.

Yang tidak boleh dilupakan oleh panitia penyelenggara untuk menarik penonton adalah dengan memahami bahwa event pacuan kuda itu adalah event yang sangat klasik dimana jarang sekali acara ini diadakan. Karena klasiknya maka sebaiknya panitia membuat suatu acara dimana dapat menjadi ingatan (memori) yang panjang bagi penontonya. Di Inggris konon acara pacuan kuda diisi dengan acara yang secara turun menurun mencirikan budaya lokalnya. Misalkan dengan menampilkan kostum pakaian adat lokal yang sudah berumur ratusan tahun. makanan khas masyarakat dll. Amerika jagonya dalam mengemas acara wisata, acara seperti Kentucky Derby, Rodeo show dll, selalu dibanjiri masyarakat dengan pakaian western style nya, sepatu boot, topi langken, sabuk kulit, music country, barbeque dll. Setting acara pacuan kuda yang menjadi acara rutin tahunan diisi dengan tidak hanya adu cepat kuda namun sekaligus acara pamer budaya lokal yang tidak hanya oleh panitia namun juga bagi penonton. Acara seperti ini menjadi selalu diingat (memorable) bagi para pengunjung dan akan selalu dinanti kedatangannya kembali pada tahun berikutnya.

Di acara pacuan kuda Bantul 2008 lalu, terlihat petugas peniup sangkakala mengenakan pakaian kebesaran mereka. Nuansanya terlihat berbeda, bisa dibayangkan kalau penontonyapun mengenakan pakaian seperti itu semua. Paling tidak panitianya dahulu. Wah .... yogya kembali ke masa 100 tahun lalu. Barangkali hal-hal seperti ini perlu dipikirkan sehingga pacuan kuda tidak saja menarik untuk ditonton, namun juga menjadi ajang masyarakat memamerkan kreasi-kreasi tradisionalnya.

Disamping itu yang perlu dipikirkan adalah rutinitas kegiatan pacuan di suatu daerah. Sudah saatnya memang masing-masing daerah mengagendakan acara pacuan kuda pada tanggal dan bulan yang tetap sama. Sehingga masarakat penggemar kuda akan manantinya jauh-jauh hari bahwa pada tanggal itu bulan itu mereka akan meluangkan waktunya berlibur dan menonton acara klasik pacuan kuda di daerah itu. Lihat saja Kentucky Derby yang sudah berusia seabad lebih selalu diadakan pada minggu yang sama dan bulan yang sama. Sehingga banyak penontonya datang dari berbagai pelosok dunia yang merencanakan liburan berbarengan dengan acara derby tersebut.

Kalau kita sudah berhasil mengatur penjadwalan itu dan kualitas penyelenggaran pacuan sudah bagus, maka barangkali dimasa yang akan datang nanti masyarakat dapat merencanakan liburan berbarengan dengan acara nonton Derby Bukit Tinggi di Sumatra Barat, Derby Bantul di Yogyakarta, Derby Sragen dan Juga Indonesian Derby di Jakarta dst. Selain menonton derby, juga bisa dinikmati budaya dan kuliner lokal yang tidak bisa dilupakan begitu saja (memorable).

Salam /Bpras/

BERITA TERHANGAT
Minang Derby 2012 sudah diambang pintu. Download Undangan Resmi disini
Hasil Pacuan Kuda Galuh Cup IX Pantai Indah Legok Jawa, Ciamis 12/12/2011 - 1/1/2012
OLD AND NEW Horse Racing, Bupati Ciamis CUP, Legok Jawa, Pangandaran, 31/12 - 1/1 2011
Hasil Akhir Pacuan Kuda Kejuaraan Daerah "Minahasa Pacu Kuda 2011, 26 November 2011
Come to Our World, World of Horse Racing Sport, HB CUP 3, Bantul 13 November 2011
Hasil Pacuan Kuda HB Cup 3 2011, 13 November 2011
Come to Our World, World of Horse Racing Sport, HB CUP 3, Bantul 13 November 2011
Selamat Atas Terpilihnya H. Eddy Saddak sewbagai Ketua PP. Pordasi 2011-2015
Hasil Akhir Babak Penyisihan Kejurnas Pacuan Kuda Serie 1 - Indonesian Derby 2011. 10 Juli 2011.
Barrier Draw, Kejurnas Pacuan Kuda Serie 1 - Indonesian Derby 2011. Babak Penyisihan 10 Juli 2011. Download
Hasil Akhir Pacuan Kuda Kapolri Cup - Jakarta Derby 2011
Barrier Draw, Kapolri Cup-Jakarta Derby 2011. Download
Woman Rider in Champion's Cup 2'nd Series 2011, Horse Racing, Pulomas 22 2011
Undangan Resmi Piala KAPOLRI 2011-Jakarta Derby 2011, Pulomas 19 Juni 2011
Inilah Hasil Drawing Piala Champion 2011 Serie 2, Pulomas 22 Mei 2011
Piala Champion 2011 Serie 2, Pulomas 22 Mei 2011
Piala Kasad 2011, Tanjung Bastian, Kab. Timor Tengah Utara (TTU), NTT

Pertiwi Cup 2011, Arcamanik Bandung. Download Undangan Pacuan Kuda Disini

Sutan Agogo (BHM-Kalsel) Kembali Berjaya di Derby Champion Cup Seri I Jarak 1200 M

Torona Sakti, Hancurkan Supremasi Blessing BMW di 1600

Kumpulan berita pendek,Feb-2011

Download, Hasil Drawing Minang Derby 2011

Download, Hasil Akhir Payakumbuh Seizoen 2011

Minang Derby 2011, makin dekat

FSI berulang tahun,memasuki usia ke 4, spammer block FSI server a>

Asian Racing Federation, ternyata Indonesia sudah pernah bergabung tahun 1961

Kumpulan Indonesian Horse Sport News 2010

Horse Sport News 2010

HALAMAN PROMOSI USAHA ANDA PromoTE YouR BusiNesS And ProducTs HerE
Saddle Import, buatan Germany, FULL LEATHER, dressage, jumping, KONDISI ISTIMEWA.


Penawaran Kontak HP: 0813 19000 558

Hotels Restaurants Sports Magazines Art and Cultures Tourisms Fashions
iconads2

Posting Terkini

RAMALAN CUACA / WEATHER FORECAST

Pustaka/Refference

DISCLAIMER

PENCURIAN TULISAN/PLAGIATISME, FSI menentang plagiatism serta berbagai pencurian karya ilmiah dalam bentuk apapun. "Copy and paste" dari tulisan orang lain sangat tidak bermartabat kecuali dengan seijin dan memberi appresiasi kepada pemilik sumber atau penulisnya. Copy dan paste tulisan dari artikel di Forum-Sandalwood Indonesia tidak diperkenankan tanpa seijin tertulis dari FSI. Citasi dari artikel pada Forum Sandalwood Indonesia bisa dilakukan dengan memberi kredit pada penulisnya maupun situs asalnya (http://forum-sandalwood.web.id.). Copyright: Forum Sandalwood Indonesia, Bung Pras FSI

FSI against plagiatism at any reasons and any forms. Copy and Paste from other article is unvaluable attitude except by giving appreciation to the original writter/writters or original sources. Copy and paste from any article in this Forum Sandalwood Indonesia is prohibited without written permission from FSI. Citation can be executed by giving credit to the writter and attaching the source name where you cite (http://forum-sandalwood.web.id.). Copyright: Forum Sandalwood Indonesia. Bung Pras FSI

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
9 + 6 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Iklan Utama

HORSE SUPPLY / PERLENGKAPAN KUDA

Saddles, Briddles and Tackles.

Pelana, Sarungan, Tali, Kendali dll.

Jockey Boot & Costumes

KINDO(R)

Horse Nutrition and Supplement

Kentucky Equine Research

SPONSOR LINK

Computer, Master Clock, Tower Clock, CCTV, Radio, http://pt-srikandi.co.id


Iklan Baris: jual kuda, alat kuda, gatget, dll
Iklan Baris/Advertisement

COUNTRY RIDE REPORT

TANJUNG BASTIAN HORSE RACING TRACK

Pearls From The East, Find The Beauty of The Beach in Tanjung Bastian. Located far in the east of Indonesia in P. Timor facing north to Savu Sea. The Horse Racing Track is just a minutes away from the white and bright sand dunes. At the south is hundred meter high coral cliff hosts of wild monkeys and birds. The horse racing treack is 1000 M length and 14 M width flat horse racing is held twice a year with special bareback and barefoot horses. Local Timorese pony and childrent jockeys is the most famous horse racing event in this area of Indonesia. Read more detail in here

PAMERAN DAN BURSA KUDA 2009

Lenggok Kuda di Catwalk pagi itu begitu indahnya bagaikan seorang model berhiaskan bunga di telinga dan pita warna-warni. Moment yang jarang sekali ini terjadi di Pameran Dan Bursa Kuda (PAMBUKA) yang diadakan dalam rangkaian Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI Serie I 2009. Berita selanjutnya klick disini.

Visitors
Locations of visitors to this page